Tanya Jawab Kontrasepsi Darurat

  1. Postinor itu apa sih?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor adalah kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan jika digunakan kurang dari 72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan kontrasepsi, lebih efektif apabila dikonsumsi segera mungkin setelah hubungan seksual yang tidak terlindungi
  2. Komposisi Postinor apa aja sih?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Setiap tablet Postinor terdiri dari 750 mikrogram levonergestrel yang merupakan hormone progesterone yang bekerja seperti hormone alami pada wanita
  3. Kenapa sih Postinor cuma bisa digunakan sebagai Kontrasepsi Darurat?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor tidak bisa digunakan sebagai kontrasepsi regular karena dapat meningkatkan kemungkinan kegagalan disbanding dengan penggunaan kontrasepsi lain, sehingga setelah menggunakan postinor, harus menggunakan metode kontrasepsi lain seperti kondom sampai menstruasi berikutnya
  4. Sebelum pakai Postinor, perlu test kehamilan nggak?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Sebelum mengkonsumsi Postinor, harus diperksa agar diyakinkan bahwa pasien tidak sedang hamil dengan bertanya kapan menstruasi, dengan test kehamilan atau pemeriksaaan internal jika dicurigai hamil, dan pengukuran tekanan darah
  5. Habis pakai Postinor, perlu test atau check kehamilan lagi nggak?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Biasanya dokter akan menyuruh anda datang 3 minggu setelah penggunaan postinor untuk meyakinkan bahwa postinor telah bekerja
  6. Kalau setelah menggunakan Postinor, ternyata hamil gimana?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk meyakinkan bahwa kehamilannya bukan kehamilan ektopic(diluar Rahim), jika terjadi kehamilan , para ahli mengatakan bahwa kehamilan anda tidak menyebabkan kelainan pada perkembangan janin jika postinor digunakan saat tidak hamil dan kurang dari 72 jam setelah hubungan yang tidak terlindungi
  7. Gimana cara menggunakan Postinor?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Tablet pertama diminum segera setelah hubungan yang tidak terlindungi(kurang dari 72 jam), pil ke dua diminum 12 jam setelah minum pil pertama.Kemanjuran Postinor lebih bagus bila diminum lebih cepat dan pil kedua diminum tidak lebih dari 12 jam setelah pil pertama.
  8. Kalau 2 jam kemudian muntah setelah minum pil pertama, gimana ya?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Pil harus diminum kembali 1 dan harus membeli kemasan baru untuk pil yang ke 2
  9. Postinor bisa menyebabkan overdosis nggak sih?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Belum ada data efek yang membahayakan setelah minum beberapa pil postinor sekaligus, namun efek yang akan dialami adalah muntah dan perdarahan.
  10. Kalau diare kurang dari 2 jam setelah minum Postinor, gimana ya?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Jika terjadi diare dimana kandungan Postinor belum terserap sempurna, harus mengkonsumsi pil yang baru.
  11. Postinor ada efek sampingnya nggak?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab :
    • Mual terjadi pada 25 % wanita yang menggunakan Postinor,
    • muntah terjadi pada 5 % Wanita yang menggunakan Postinor,
    • Perubahan pola siklus haid, sebagian akan lebih cepat atau lebih lama dari normal
    • Perdarahan vagina atau spotting sampai haid berikutnya,
    • Jika terjadi keterlambatan haid lebih dari 7 hari dari siklus normal, harus memeriksakan diri ke dokter,
    • jika siklus haid tidak normal(terlalu sedikit atau terlalu banyak dan sakit, harus konsultasi ke dokter,
    • Beberapa pasien mengalami pengerasan payudara, pusing, sakit kepala, pusing, lelah , namun efek samping akan hilang dalam beberapa hari
  12. Postinor harus disimpan dalam suhu berapa ya?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor harus disimpan pada suhu dibawah 25 °C dan jauh dari jangkauan anak-anak dan harus memperhatikan tanggal kadaluarsa.
  13. Postinor bisa menyebabkan kemandulan nggak?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor tidak menyebabkan kemandulan,namun harus digunakan hanya pada kondisi darurat, dan bukan sebagai kontrasepsi regular. Penggunaan berlebih dapat mengganggu siklus haid.
  14. Gimana sih cara kerja Postinor sebagai Kontrasepsi darurat?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor bekerja dengan cara mencegah ovulasi, jika telah terjadi ovulasi akan mencegah fertilisasi dan jika telah terjadi fertilisasi maka akan mencegah Implantasi(perlekatan hasil pembuahan ke dinding Rahim)
  15. Kontraindikasi Postinor apa aja sih?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor jangan digunakan apabila
    • Jika hamil atau diduga hamil,
    • Siklus haid terlambat atau tidak normal,
    • Melakukan hubungan tampa perlindungan lebih dari 72 jam
    • Alergi terhadap komponen Postinor.
    • Pasien penderita penyakit chroh’s (penyakit usus kecil) karena mengganggu pencernaan
    • Sakit Hepatitis
    • Tekanan Darah tinggi
    • Penderita Diabetes
    • Sakit jantung atau stroke
    • Riwayat kanker payudara
  16. Apakah Postinor boleh dikonsumsi dengan obat lain?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor tidak boleh digunakan oleh pasien mengkonsumsi obat-obatan dibawah ini karena dapat mengurangi efek kontrasepsi.
    • Barbiturates dan obat epilepsy (, primidone, phenytoin and carbamazepine)
    • Obat tuberculosis (, rifampicin, rifabutin)
    • Obat HIV (ritonavir)
    • Obat infeksi jamur (griseofulvin)
    • Obat herbal St John's wort (Hypericum perforatum)
    • Obat kekebalan ( cyclosporin )
  17. Seberapa sering Postinor bisa dipakai?
    Klik untuk Lihat Jawaban...
    Jawab : Postinor jangan digunakan sebagai kontrasepsi regular, jika digunakan lebih dari 1 kali pada satu siklus haid, akan mengganggu siklus haid berikutnya.