Kontrasepsi Darurat

Bagi mereka yang sudah menikah, merencanakan kehamilan merupakan sesuatu yang diperlukan. Ada aspek-aspek yang dipertimbangkan dalam perencaan kehamilan masing-masing keluarga baru seperti, aspek kesehatan, aspek ekonomi, aspek sosial, juga aspek budaya.

Bila sebuah kehamilan telah melalui pertimbangan-pertimbangan yang dapat diterima, maka selanjutnya akan berjalan seperti kehamilan yang direncanakan. Namun bila kehamilan tersebut tidak diterima atau dikendaki, maka selanjutnya akan timbul upaya melakukan abortus (pengguguran kandungan), baik secara aman maupun tidak aman (unsafe). Diperkirakan sekitar 2/3 dari kehamilan yang tidak dikehendaki berakhir dengan abortus.

Sejalan dengan strategi “Making Pregnancy Safer (MPS)” harus dilakukan upaya pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Semua kehamimlan yang tidak diinginkan dapat dicegah seandainya pasangan menggunakan alat pelindung berupa kontrasepsi, yang salah satunya adalah Kontrasepsi Darurat (Kondar).

Kontrasepsi Darurat adalah kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bila digunakan setelah hubungan seksual. Atau sering juga disebut sebagai “Kontrasepsi Pasca Senggama” atau Morning After Pills atau Morning After Treatment. Pada awalnya istilah kontrasepsi darurat untuk menepis anggapan bahwa obat tersebut harus segera dipakai/digunakan setelah melakukan hubungan seksual atau harus menunggu hingga keesokan harinya, dan bila tidak, berarti sudah terlambat sehingga pasangan tersebut tidak dapat berbuat apa-apa.

Sebutan kontrasepsi darurat sebenarnya untuk menekankan bahwa jenis kontrasepsi ini digunakan pada keadaan dan masa yang tidak boleh ditunda, juga mengisyarakatkan bahwa cara KB ini lebih baik daripada tidak memakai metode KB sama sekali.

WHO memperkirakan bahwa setiap tahunnya ada 200.000 wanita meninggal akibat terminasi kehamilan yang tidak diinginkan akibat suatu praktek aborsi yang tidak aman; unsafe abortion. Banyak dari mereka yang dapat diselamatkan apabila Kondar lebih banyak diketahui dan disediakan untuk masyarakat. Metode KB pasca senggama yan digunakan sekarang ini, dinamakan dengan Metode Yuzpe menggunakan teknologi yang telah dilakukan sejak 30 tahun lalu, sayangnya sangat sedikir pelayanan KB yang menerapkannya untuuk keselamat jiwa bagi wanita.

Untuk pengenalan Kondar, perlu dilakukan hal-hal berikut:

  • Pertama, masyarakat menyadari dan dapat menerima kenyataan bahwa hubungan seksual sering terjadi tanpa perlindungan dan akan terus terjadi kecuali ada perubahan sikap terhadap aktivitas tersebut.
  • Kedua, seharusnya ada akses yang terbuka tentang Kondar. Dengan pemerintah atau swasta menjamin tersedianya klinik-klinik dan praktek umum, serta Rumah Sakit. Akses harus tersedia dimana saja, selama 7 hari dalam seminggu. Siapapun yang menyelenggarakan pelayanan KB seharusnya menyelenggarakan pelayanan Kondar juga. Disamping itu juga dibutuhkan penerangan dan penyuluhan-penyuluhan.
  • Ketiga, semua pasangan yang menggunakan kontrasepsi, khususnya pada mereka yang menggunakan metode barrier, misalnya kondom, harus tahu mengenai Kondar. Keempat, apabila potensi selengkapnya dari Kondar ini dapat diwujudkan dan kemudian diterapkan dalam pelayanan KB, maka akan dibutuhkan peninjauan segera untuk pelatihan para dokter umum, dokter Rumah Sakit, dan bidan dalam praktek pelayanan kontrasepsi.