Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/AKDR/IUD

  • Pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/AKDR (IUD) Sebagai Kontrasepsi Darurat. Selain dengan memakai pil (baik dedicated pills atau pil KB biasa), metode kontrasepsi darurat lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan pemasangan AKDR jenis copper-T dalam waktu lima hari setelah terjadinya hubungan seksual tanpa perlindungan
  • Mekanisme Kerja; Mekanisme kerja sebagai metode KB biasa (yang dipasang sebelum hubungan seksual terjadi), AKDR mengubah transportasi di tuba dan rahim dan mempengaruhi sel telur dan sperma sehingga pembuahan tidak terjadi. Sebagai kontrasepsi darurat (dipasang setelah hubungan seksual terjadi) dalam beberapa kasus mungkin memiliki mekanisme kerja yang sama dengan mekanisme kerja AKDR sebagai alat kontrasepsi biasa di atas, namun pada kontrasepsi darurat ini, mekanisme yang lebih mungkin adalah dengan mencegah terjadinya implantasi (penempelan sel telur yang telah dibuahi di dinding rahim)
  • Khasiat. Lebih dari 8400 AKDR jenis copper-T telah dipasangkan setelah terjadinya hubungan seksual sejak 1976, dengan hanya 8 kehamilan terjadi: berarti angka kehamilan di bawah satu dalam 1000, sehingga pemasangan AKDR sebagai kontrasepsi darurat menurunkan risiko kehamilan sampai lebih dari 99% Efek Samping.
  • Efek samping pemasangan AKDR termasuk diantaranya rasa tidak enak di perut, mual, pusing, muntah, pendarahan per vagina atau spotting. Umumnya efek samping ini tidak lebih dari 2x24 jam.